UPAYA PENURUNAN TINGKAT KEHILANGAN AIR SECARA FISIK PADA SISTEM DISTRIBUSI PDAM KOTA MALANG DI DISTRIK METER AREA (DMA) MOJO 1C DAN 2B4
Abstrak
ABSTRAK, Dalam peningkatan pelayanan penyediaan air minum dan air bersih, PDAM Kota Malang memiliki upaya sehingga dapat memenuhi kriteria dari segi kuantitas, kualitas, dan kontinuitasnya. Salah satu upaya dalam peningkatan pelayanan penyediaan air minum adalah dengan mengoptimalkan sistem penyediaan air minum dengan menurunkan tingkat kehilangan air baik dari segi fisik maupun non fisik. Presentase kehilangan air (Non Revenue Water) dalam sistem penyediaan air minum PDAM Kota Malang saat ini adalah 19,80%. Hal tersebut tentunya dibawah standar toleransi angka kebocoran air bersih PDAM secara nasional menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2006 yaitu kehilangan air maksimal 20%. Tentunya mencapai target tersebut tidaklah mudah, karena pada kenyataannya analisis jumlah kebocoran fisik pada sistem penyediaan air minum sulit dilakukan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi penurunan tingkat kehilangan air secara fisik yang terjadi di DMA (District Meter Area) Mojo 1C dan Mojo 2B4 pada sistem distribusi PDAM Kota Malang. Rumusan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan keputusan AHP (Analytical Hierarchy Process) yang terdiri dari 4 kriteria dan 4 alternatif pengendalian kehilangan air secara fisik.
Hasil dari penelitian ini adalah penurunan persentase kehilangan air pada DMA Mojo 1C sebesar 58,33% dan DMA Mojo 2B4 sebesar 5%. Rekomendasi pengendalian kehilangan air secara fisik yang dihasilkan dari analisis AHP yaitu Active Leakage Control (Menerapkan pengecekan secara aktif pada lokasi DMA) dengan bobot tertinggi sebesar 0,464.
Kata Kunci : Kehilangan Air, PDAM, Kota Malang