STUDI KELAYAKAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) KABUPATEN SUMBA TENGAH
Main Article Content
Abstract
Timbulan sampah merupakan indikator penting dalam perencanaan sistem pengelolaan persampahan, karena menentukan besarnya beban yang harus ditangani oleh suatu wilayah. Kabupaten Sumba Tengah saat ini menghadapi permasalahan dalam pengelolaan sampah, dimana sistem yang ada belum berjalan optimal. Pengelolaan persampahan baru dilakukan secara terbatas di Desa Pondok, Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat, dan di Waibaku, Kecamatan Katikutana seluas 5 Ha, sementara di desa lainnya masih menggunakan metode sederhana seperti penimbunan dan pembakaran sampah. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketersediaan lahan pekarangan yang luas, namun berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan hidup. Oleh sebab itu diperlukan kajian aspek lingkungan sebagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Pondok. Dengan mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, serta sistem pengelolaan yang tepat. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan perencanaan TPA yang memenuhi standar pengelolaan lingkungan melalui pendekatan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Hasil kegiatan Studi kelayakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yaitu proses analisis untuk menilai lokasi dan rencana pembangunan TPA di Desa Pondok Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat Kabupaten Sumba Tengah layak dilaksanakan, dimana dinilai dari berbagai aspek, yaitu aspek teknis, aspek lingkungan, aspek ekonomi, dan aspek sosial. Hasil dari aspek teknis sudah sesuai dengan lokasi dan desain TPA termasuk didalamnya kondisi tanah, topografi, ketersediaan akses jalan, jarak dari permukiman sudah sesuai sehingga lingkungan masyarakat tidak terganggu, dapat meminimalisasikan polusi pencemaran udara, dan metode pengolahan sampah dilakukan dengn sanitary landfill, dari aspek lingkungan menilai dampak TPA terhadap lingkungan antara lain diminimalisasikan pencemaran air tanah dan air permukaan, tidak terjadi pencemaran udara (bau, gas metana), meminimalkan dampak terhadap flora dan fauna, dari aspek ekonomi dan finansial, yaitu efesiensi pengelolaan sampah jangka Panjang, dari aspek sosial masyarakat bisa menerima, tidak terjadi konflik sosial, dan Aspek kelembagaan dan manajemen yaitu struktur organisasi pengelola TPA sudah ada, ketersediaan sumber daya manusia dan sistem operasional dan pemeliharaanTPA. Dengan adanya studi kelayakan TPA justru dapat menjadi solusi pengelolaan sampah yang aman, efektif, dan ramah lingkungan di Kabupaten Sumba Tengah.