PENERAPAN AGGLOMERATIVE HIERARCHICAL CLUSTERING DALAM PENGELOMPOKAN TINGKAT KERUSAKAN BANGUNAN PASCAGEMPA
Abstrak
Indonesia merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi yang menyebabkan variasi tingkat kerusakan bangunan pascagempa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum adanya pendekatan berbasis data yang secara sistematis mampu mengelompokkan tingkat kerusakan bangunan berdasarkan parameter numerik gempa bumi. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Agglomerative Hierarchical Clustering untuk mengidentifikasi pola pengelompokan tingkat kerusakan bangunan pascagempa berdasarkan variabel Magnitude, Depth (km), dan Epicenter (km). Data yang digunakan sebanyak 23 kejadian gempa periode April–Mei 2021 dari Pusat Gempa Regional VII BMKG. Tahapan penelitian meliputi preprocessing, normalisasi menggunakan StandardScaler, perhitungan Euclidean Distance, serta proses penggabungan klaster menggunakan Ward Linkage. Evaluasi dilakukan menggunakan Silhouette Score dan didukung validasi eksternal menggunakan data kerusakan bangunan aktual. Hasil penelitian menunjukkan konfigurasi optimal pada dua klaster dengan nilai Silhouette Score sebesar 0,63 yang mengindikasikan struktur klaster kuat dan terpisah dengan baik. Klaster yang terbentuk merepresentasikan dua karakteristik aktivitas seismik berbeda yang berkorelasi dengan variasi tingkat kerusakan bangunan. Dengan demikian, metode Agglomerative Clustering efektif digunakan sebagai pendekatan analitik dalam mendukung mitigasi dan pengambilan keputusan kebencanaan berbasis data.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##










