Kajian Keberlanjutan Kawasan Kampung Wisata Keramik Dinoyo Malang Berbasis Arsitektur Lingkungan Dan Perilaku
Main Article Content
Abstract
Masyarakat di kawasan Dinoyo, memiliki sejarah panjang dalam menggeluti profesi sebagai pengrajin keramik. Sekitar tahun 1980 hingga 1990, merupakan masa kejayaan bagi para pengrajin, dengan produk keramiknya yang berupa: peralatan makan dan minum; perabotan rumah tangga dan dekorasi; serta souvenir dan kerajinan khas. Beberapa tahun kemudian, produk keramik tersebut mulai kurang diminati serta munculnya pesaing baru dengan produk modern, hal tersebut menjadikan Pabrik Keramik Dinoyo yang menjadi ikon di kawasan itu tutup. Tutupnya Pabrik tersebut pada tahun 2003, menjadikan para pekerja yang berpengalaman dalam memproduksi keramik berusaha membuka usaha rumahan dengan produk yang sama dengan produk yang dihasilkan pabrik. Masyarakat yang berdomisili di kawasan pabrik, berinisiatif untuk melestarikan produk yang dulu dapat menjamin penghidupannya dengan membentuk Paguyuban Keramik Dinoyo yang akhirnya menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata yang menampilkan produk unggulan dari masing-masing pengrajin, melengkapi fasilitas workshop untuk melatih para peminat produk keramik guna belajar dan memproduk keramik. Banyak hal yang perlu dibenahi dan dilengkapi pada prasarana maupun sarana kawasan agar menjadikan wisatawan merasa kerasan dan nyaman saat berwisata. Sejalan dengan adanya ancaman akan eksistensi fasilitas wisata ini, maka prinsip keberlanjutan perlu diusahakan, salah satunya adalah cara pengelolaan dengan metoda community based tourism yang melibatkan masyarakat lokal pada saat operasionalnya.