PENENTUAN INTERVAL PEMELIHARAAN MESIN POMPA PERTALITE MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE BERBASIS RISIKO DI FUEL TERMINAL MANOKWARI
Abstract
Fuel Terminal Manokwari memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya di wilayah Papua Barat. Namun, kegiatan pemeliharaan mesin pompa pertalite selama ini masih dilakukan secara corrective maintenance, yaitu perbaikan dilakukan setelah terjadi kerusakan. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya downtime yang dapat mengganggu proses distribusi BBM dan menurunkan keandalan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interval pemeliharaan mesin pompa pertalite dalam upaya menurunkan risiko downtime di Fuel Terminal Manokwari. Pendekatan yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) berbasis risiko yang didukung oleh metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Faulth Tree Analysis (FTA), distribusi weibull, serta perhitungan Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR) dan Availability. FMEA digunakan untuk mengidentifikasi dan menetapkan komponen kritis berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), sedangkan FTA digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab kerusakan pada komponen tersebut. Selanjutnya, distribusi weibull digunakan untuk menganalisis pola kerusakan dan menentukan interval pemeliharaan berdasarkan fungsi keandalan. Selain itu, MTBF dan MTTR digunakan untuk mengetahui rata-rata waktu operasi dan waktu perbaikan komponen yang selanjutnya digunakan untuk menghitung tingkat ketersediaan (availability) mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mechanical seal merupakan komponen kritis dengan nilai RPN tertinggi sebesar 300. Hasil FTA menunjukan bahwa kerusakan mechanical seal di pengaruhi oleh faktor manusia, mesin, operasi, dan pemeliharaan yang menyebabkan kerusakan permukaan dan kebocoran pada mesin pompa. Hasil task selection RCM merekomendasikan tindakan condition directed (CD) berupa inspeksi dan monitoring kondisi. Analisis ditribusi weibull menghasilkan parameter bentuk (β) sebesar 2 yang menunjukkan pola wear out failure serta parameter skala (η) sebesar 40,75 jam, dengn nilai availability 45%. Berdasarkan standar keandalan minimum sebesar 85% interval inspeksi diperoleh 14 jam operasi atau setara dengan 2 hari kerja, dengan nilai reliability sebesar 88,87%. Penerapan interval pemeliharaan tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan risiko terjadinya downtime serta meningkatkan keandalan mesin pompa pertalite di Fuel Terminal Manokwari






