PENGENDALIAN KUALITAS KERAJINAN TANGAN ANYAMAN MENDONG MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA KOMUNITAS PELANUSA
Abstract
Komunitas Pelanusa merupakan komunitas pengrajin di Kota Malang yang memproduksi berbagai kerajinan tangan berbahan anyaman mendong. Dalam proses penyimpanan produk jadi (berupa tote bag, pouch, laptop sleeve, dan sandal) masih ditemukan cacat jamur dengan tingkat kecacatan sebesar 20%–25% selama periode Juli 2025–Maret 2026, yang melebihi batas toleransi kecacatan sehingga berpotensi menurunkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan usulan pengendalian kualitas untuk mengurangi tingkat kecacatan akibat jamur pada produk jadi kerajinan anyaman mendong di Komunitas Pelanusa menggunakan metode Six Sigma. Metode penelitian menggunakan Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap Define dilakukan identifikasi proses melalui diagram SIPOC serta penentuan Critical to Quality (CTQ). Selanjutnya, tahap Measure dilakukan dengan mengukur tingkat kualitas proses berdasarkan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) dan level sigma. Pada tahap Analyze, dilakukan identifikasi dan analisis terhadap faktor-faktor penyebab masalah menggunakan diagram Fishbone. Tahap Improve menggunakan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), sedangkan tahap Control menghasilkan usulan conatrol plan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level sigma berada pada kisaran 2,17–2,34. Prioritas risiko tertinggi diperoleh pada belum tersedianya SOP penyimpanan produk (RPN 448), belum dilakukan pengukuran kelembapan ruang penyimpanan (RPN 336), serta belum dilakukan pemeriksaan ulang produk selama penyimpanan (RPN 294). Berdasarkan hasil tersebut, diusulkan penyusunan SOP penyimpanan, pemeriksaan produk secara berkala, serta pengendalian kondisi kelembapan ruang penyimpanan sebagai upaya pengendalian kualitas untuk mengurangi risiko terjadinya cacat jamur pada produk jadi






