https://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/issue/feedJurnal Valtech2026-10-16T14:39:58+07:00Emmalia Adriantantriemmalia@lecturer.itn.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Valtech<br></strong>Jurnal Valtech menerima artikel-artikel hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik dan Manajemen Industri. Jurnal inovatif diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Malang</p>https://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/20884PERANCANGAN ULANG TATA LETAK GUDANG MENGGUNAKAN METODE CLASS-BASED STORAGE BERDASARKAN INVENTORY TURNOVER UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENYIMPANAN BARANG2026-10-16T12:25:29+07:00Nur Qidamrenk9080@gmail.comMukhamad Kurniawanida.tjahjani@nipasby.ac.idAan Hadi Nataida.tjahjani@unipasby.ac.idIda Kusnawati Tjahjahniida.tjahjani@unipasby.ac.id<p>Efisiensi tata letak penyimpanan merupakan aspek penting dalam mendukung kelancaran aktivitas penyimpanan dan pengambilan barang di gudang. Perbedaan tingkat perputaran barang dapat menyebabkan penempatan barang kurang sesuai dengan frekuensi pengambilannya sehingga berpotensi meningkatkan jarak perpindahan material. Penelitian ini bertujuan merancang ulang tata letak gudang menggunakan metode <em>Class-Based Storage</em> berdasarkan nilai <em>Inventory Turnover</em>. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan data pergerakan 32 item barang dalam satuan palet selama satu bulan. Nilai <em>Inventory Turnover</em> dihitung berdasarkan rasio jumlah palet keluar terhadap stok palet, kemudian barang diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu <em>Fast Moving</em> (>5), <em>Medium Moving</em> (3–5), dan <em>Slow Moving</em> (<3). Selanjutnya, setiap kategori dialokasikan pada tata letak gudang berukuran 7 rak × 10 kolom berdasarkan kedekatannya dengan area <em>shipping/loading dock</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 item (31,25%) termasuk <em>Fast Moving</em>, 15 item (46,88%) <em>Medium Moving</em>, dan 7 item (21,88%) <em>Slow Moving</em>, dengan rata-rata <em>Inventory Turnover</em> sebesar 4,11 kali per bulan. Rancangan layout menempatkan <em>Fast Moving</em> pada Rak 1–2, <em>Medium Moving</em> pada Rak 3–5, dan <em>Slow Moving</em> pada Rak 6–7. Rancangan menghasilkan penempatan barang yang lebih terstruktur berdasarkan tingkat perputaran dan menyediakan ruang cadangan pada setiap zona. Efisiensi yang dibahas bersifat teoretis-desain dan belum divalidasi melalui pengukuran jarak atau waktu pengambilan secara langsung</p>2026-10-16T12:25:22+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/21512RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN INVENTORY SARANA PRASARANA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE WATERFALL DI UNIVERSITAS TANGERANG RAYA2026-10-16T12:26:25+07:00Ade Gunawanadegunawan15833@gmail.comFabio Juniorfabiojunior.csp@gmail.comAmelia Sholikhaqameliasholihaq@untara.ac.idDicky Zaenurdindickyzaenurdin@untara.ac.id<p>Pengelolaan inventory sarana dan prasarana di Universitas Tangerang Raya masih dilakukan secara manual sehingga menimbulkan berbagai permasalahan, antara lain ketidakakuratan data, keterlambatan penyusunan laporan, kesulitan dalam memantau ketersediaan stok secara real-time, serta meningkatnya risiko kehilangan dan duplikasi data. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengelolaan inventory belum berjalan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Sistem Informasi Manajemen Inventory Sarana dan Prasarana berbasis web sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data secara terintegrasi. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML) dan Entity Relationship Diagram (ERD), sedangkan implementasi aplikasi memanfaatkan bahasa pemrograman PHP dengan basis data MySQL. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan akurasi pengelolaan data, mempercepat proses pencatatan dan penyusunan laporan, memudahkan pemantauan stok secara real-time, serta mendukung proses pengajuan dan verifikasi barang secara lebih efektif</p>2026-10-16T12:26:22+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/21884ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK GENTENG MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI HOME INDUSTRI GENTENG LESTARI TRENGGALEK2026-10-16T12:27:15+07:00Muhammad Rexi Ardiansyahardirexi27@gmail.comSanny Andjar Sariardirexi27@gmail.comSumanto Sumantoardirexi27@gmail.com<p>Berlokasi di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Home Industri Genteng Lestari Trenggalek masih menghadapi persoalan berupa persentase produk cacat yang melebihi batas toleransi 3%, dengan bentuk kecacatan berupa genteng retak, gupil, maupun patah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menyusun rekomendasi perbaikan, sumber permasalahan penyebab kecacatan produk genteng sekaligus menyusun langkah perbaikan guna meminimalisir tingkat kecacatan dan meningkatkan stabilitas proses produksi. Untuk mengidentifikasi sumber permasalahan sekaligus menyusun langkah perbaikan penelitian ini mengimplementasikan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Analisis didasarkan pada data produksi maupun produk cacat yang dihimpun selama 12 bulan, meliputi Januari–September 2025 serta Januari–Maret 2026, melalui observasi, wawancara, maupun dokumentasi. Dari total produksi 156.000 pcs terdapat 6.243 pcs produk cacat (rerata 4,00%), dengan nilai rerata DPMO 40.019 dan level sigma rerata 3,25, yang masih jauh di bawah target ideal 6 sigma. Jenis cacat paling dominan adalah gupil (44%), diikuti retak (35%) dan patah (21%). Analisis diagram fishbone mengidentifikasi faktor material — khususnya adonan bahan baku yang terkontaminasi dan tidak konsisten — sebagai penyebab paling dominan pada cacat gupil, sedangkan faktor manusia, mesin, dan metode berperan sebagai penyebab pendukung. Usulan perbaikan yang dirumuskan melalui analisis 5W+1H meliputi penetapan rasio komposisi bahan baku yang standar, pengadaan alat penyaring (ayakan), dan pemberian briefing rutin kepada pengrajin. Penerapan usulan ini diharapkan dapat meminimalisir tingkatan kecacatan maupun menambah tingkatan stabilitas tahapan produksi genteng.</p>2026-10-16T12:27:08+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/21794ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU TEPUNG MENGGUNAKAN METODE AHP DAN TOPSIS PADA UMKM KERUPUK2026-10-16T12:28:09+07:00Winfri Lilianadtaran730@gmail.comFourry Handokodtaran730@gmail.comReiny Ditta Myrtantidtaran730@gmail.com<p>UMKM Kerupuk Arema Jaya menghadapi permasalahan ketidakkonsistenan kualitas bahan baku tepung karena proses pemilihan <em>supplier</em> yang dilakukan saat ini masih dilakukan secara sederhana, hanya berdasarkan hubungan lama dan harga murah, tanpa mempertimbangkan kriteria secara terintregasi. Penelitian ini bertujuan menentukan <em>supplier</em> bahan baku tepung terbaik pada UMKM Arema Jaya menggunakan metode <em>TOPSIS</em> berdasarkan bobot kriteria yang diperoleh dari metode <em>AHP. AHP</em> digunakan untuk Menyusun bobot prioritas lima kriteria (harga, kualitas, ketepatan waktu pengiriman, fleksibilitas, dan pelayanan) beserta lima belas subkriteria berdasarkan penilaian 11 responden <em>expert judgement </em>yang diagregasi menggunakan rataan geometric dan diolah dengan perangkat lunak <em>expert choice </em>11. <em>TOPSIS</em> digunakan untuk merangking empat alternatif <em>supplier</em> (<em>supplier</em> A/Om Jong, <em>supplier</em> B/Pak Soleh, <em>supplier</em> C/Ojolali, dan <em>supplier</em> D/CV Surya) berdasarkan kedekatannya dengan solusi ideal positif dan solusi ideal negatif. Berdasarkan analisis hasil yang dilakukan, diperoleh bahwa kriteria kualitas memperoleh bobot tertinggi (0,397), dengan subkriteria konsistensi kualitas tepung sebagai subkriteria paling dominan (bobot global 0,196). Hasil perangkingan <em>TOPSIS</em> menempatkan <em>supplier</em> A sebagai <em>supplier</em> terbaik dengan nilai preferensi (Ci) 0,796, diikuti <em>supplier</em> C (0,528), <em>supplier</em> D (0,433), dan <em>supplier</em> B (0,099). Kombinasi <em>AHP</em>-<em>TOPSIS</em> terbukti mampu menghasilkan keputusan pemilihan <em>supplier</em> yang lebih objektif, terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dibandingkan metode penilaian sebelumnya</p>2026-10-16T12:28:02+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/21749ANALISIS DOWNTIME MESIN FIBER SEMEN (FS) 8 SEBAGAI DASAR PENENTUAN INTERVAL DAN TEKNIKAL MAINTENANCE DI PT NUSANTARA BUILDING INDUSTRIES2026-10-16T12:28:59+07:00Yuniar Faizatifztyuniar@gmail.comNelly Budihartifztyuniar@gmail.comSoemanto Soemantofztyuniar@gmail.com<p>PT Nusantara Building Industries adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi Nusa Bess. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis <em>downtime</em> dominan pada mesin Fiber Semen (FS) 8 selama periode 12 bulan tahun 2025, serta menentukan interval dan teknikal perawatan berdasarkan analisis <em>downtime</em>. Penelitian ini memiliki dua jenis pendekatan yakni kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif menerapkan metode <em>Reliability Centered Maintenance</em> (RCM) dengan alat analisis <em>Functional Block Diagram</em> (FBD), <em>Root Cause Failure Analysis</em> (RCFA), <em>Failure Mode and Effect Analysis</em> (FMEA), <em>Logic Tree Analysis</em> (LTA), dan <em>Task Selection</em>. Pendekatan kuantitatif menggunakan metode <em>Age Replacement</em> untuk menentukan interval penggantian pencegahan dengan <em>Total Minimum Downtime</em> (TMD), serta interval pemeriksaan komponen. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa analisis <em>downtime</em> menghasilkan usulan interval penggantian pencegahan kerusakan dengan waktu 2000 menit akan menghasilkan proporsi <em>downtime</em> sebesar 0,130851807, untuk interval waktu pemeriksaan yang dihasilkan 217,708 jam (9 hari), 13 menit, dan teknikal perawatan yang tepat adalah <em>preventive maintenance</em> dengan teknik perawatannya <em>Time Direct</em> (TD) merupakan perawatan langsung ke sumber kegagalan. Penerapan usulan tersebut dampaknya dapat mengurangi <em>downtime</em>, meningkatkan <em>availability</em> mesin, dan mendukung kelancaran proses produksi. Dengan demikian, analisis <em>downtime</em> dapat dijadikan dasar dalam penentuan interval dan teknikal perawatan pada mesin Fiber Semen (FS) 8</p>2026-10-16T12:28:54+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/21675PERAMALAN PERMINTAAN KOPI RAKYAT MENGGUNAKAN METODE FORECASTING TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING MULTIPLICATIVE PADA UMKM KOPI SUKMOJATI2026-10-16T12:29:34+07:00Silvia Fitri Ameliasilviafitriamelia01@gmail.comPrima Vitasarisilviafitriamelia01@gmail.comSanny Andjar Sarisilviafitriamelia01@gmail.com<p>UMKM Kopi Sukmojati merupakan usaha yang bergerak di bidang pengolahan dan distribusi produk kopi khas Indrokilo dengan sistem produksi <em>Make to Stock. </em>Salah satu produk yang diproduksi yaitu kopi bubuk merek Kopi Rakyat. Kopi Rakyat menjadi produk dengan tingkat permintaan lebih tinggi daripada produk lainnya. Namun permintaannya bersifat fluktuatif sehingga sering terjadi permasalahan dalam memprediksi jumlah produksi periode mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan permintaan Kopi Rakyat menggunakan metode<em> Triple Exponential Smoothing Multiplicative </em>dengan nilai parameter α = 0,5, β = 0,3, dan γ = 0,2. Data yang digunakan berupa data historis permintaan periode April 2025 hingga Maret 2026. Hasil uji kesalahan peramalan menunjukkan tingkat akurasi yang baik dengan nilai <em>Mean Absolute Deviation</em> (MAD) 41,27, <em>Mean Squared Error </em>(MSE) 2.675,64, dan <em>Mean Absolute Percentage Error</em> (MAPE) sebesar 6,89%. Hasil <em>forecasting</em> menunjukkan adanya peningkatan permintaan pada bulan Desember 2026 hingga Februari 2027 yang dipengaruhi oleh faktor musiman, yaitu perayaan Natal, Tahun Baru, dan Idul Fitri. Berdasarkan hasil tersebut, metode <em>Forecasting Triple Exponential Smoothing Multiplicative</em> mampu menggambarkan pola permintaan Kopi Rakyat sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam memperkirakan permintaan periode mendatang</p>2026-10-16T12:29:31+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/22031PENGUKURAN EFEKTIVITAS MESIN PRODUKSI AMDK CUP 120 ML MENGGUNAKAN VALUE STREAM MAPPING (VSM) DAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE)2026-10-16T12:30:16+07:00Desember Ina Boradesemberinab@gmail.comRenny Septiaridesemberinab@gmail.comIftitah Ruwanadesemberinab@gmail.com<p>CV Tirta Indo Megah merupakan perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang memproduksi kemasan <em>cup </em>120 ml sebagai produk utama, namun masih menghadapi permasalahan pemborosan (<em>waste</em>) pasa aliran proses produksi serta rendahnya efektivitas mesin produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi proses produksi menggunakan metode <em>Value Stream Mapping </em>(VSM) untuk memetakan aliran proses dan mengidentifikasi aktivitas <em>Value Added </em>(VA), <em>Non-Value Added </em>(NVA), dan <em>Necessary Non-Value Added </em>(NNVA), serta metode <em>Overall Equipment Effectiveness </em>(OEE) untuk mengukur efektivitas mesin <em>filling </em>dan <em>sealing </em>beserta analisis <em>Six Big Losses</em>. Data yang digunakan merupakan data produksi dan <em>downtime </em>mesin periode April 2025-Maret 2026. Hasil <em>Current State Map </em>menunjukkan <em>Manufacturing Lead Time </em>(MLT) sebesar 176,56 detik dengan proporsi <em>Value Added </em>(VA) 0,56%, <em>Non-Value Added</em> (NVA) 65,38%, dan <em>Necessary Non-Value Added </em>(NNVA) 34,06%, serta WIP selama 8 hari. Nilai rata-rata OEE sebesar 54,97%, dengan <em>Performance Rate</em> sebagai komponen terendah. <em>Breakdown Losses </em>menjadi <em>losses </em>dominan sebesar 91,02% dari total <em>downtime</em>. Usulan perbaikan berupa <em>preventive maintenance, autonomous maintenance</em>, standardisasi SOP <em>setup</em>, dan seleksi material diperkirakan dapat menurunkan MLT menjadi 77,28 detik dan meningkatkan OEE hingga 79,20%</p>2026-10-16T12:30:10+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/21760ANALISIS PENGEMBANGAN PENILAIAN KINERJA DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS & 360-DEGREE FEEDBACK DI TANK TERMINAL STORAGE PT. PELINDO ENERGI LOGISTIK2026-10-16T12:30:57+07:00Daniela Naftaly Yuniardanielanaftaly12@gmail.comNelly Budihartidanielanaftaly12@gmail.comJR. Heksa Galuh Wdanielanaftaly12@gmail.com<p>PT. Pelindo Energi Logistik saat ini menerapkan sistem penilaian kinerja yang kurang objektif, karena tidak adanya indikator atau bobot yang mendasar dalam proses penilaian kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penilaian yang lebih objektif dengan menggabungkan teknik <em>360-degree feedback</em> dan metode <em>Analytic Hierarchy Process</em> (AHP) serta dilengkapi <em>rating scale</em>. Penelitian terdahulu menggunakan pendekatan <em>mixed methods</em> dengan 8 subkriteria yang diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan 9 sampel dari keseluruhan peserta penilaian. Pembobotan dilakukan melalui kuesioner AHP yang disebarkan kepada 22 karyawan/responden dan mendapatkan data yang ada dengan jumlah 16 responden, lalu dianalisis menggunakan <em>software Expert Choice</em>. Hasil penelitian menunjukkan seluruh subkriteria relevan/valid dan reliabel dengan nilai <em>Cronbach's Alpha</em> α = 0,7225. Kriteria dengan bobot tertinggi adalah Kedisiplinan & Kepatuhan (0,463) dengan subkriteria Kepatuhan Prosedur Kerja (0,391), sedangkan bobot terendah adalah Pemecahan Masalah (0,037). Dari 22 karyawan yang dievaluasi, 77% memiliki "kinerja tinggi" dan 22% memiliki "kinerja cukup". Sistem penilaian baru ini terbukti lebih akurat dan objektif</p>2026-10-16T12:30:53+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/22370PERANCANGAN KONSEPTUAL SAFETY HELMET 4 IN 1 BERDASARKAN KEBUTUHAN PEKERJA MANUFAKTUR BAHAN BANGUNAN2026-10-16T12:31:40+07:00Aditya Pranatay2ksch@gmail.comRenny Septiariy2ksch@gmail.comDiah Wilis Lestarining By2ksch@gmail.com<p>Keselamatan kerja pada sektor manufaktur bahan bangunan memerlukan alat pelindung diri yang praktis, lengkap, dan mudah dikelola. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pekerja serta merancang <em>safety helmet</em> 4 in 1 yang mengintegrasikan pelindung kepala, <em>visor</em>, <em>earplug</em>, dan lampu penerangan secara modular. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap 25 pekerja manufaktur bahan bangunan di Kabupaten Demak, kemudian kebutuhan pengguna diberi bobot dengan skala Likert dan diterjemahkan menjadi spesifikasi teknis menggunakan <em>Quality Function Deployment</em>. Hasil <em>Voice of Customer</em> menunjukkan kebutuhan <em>visor</em> lepas-pasang sebesar 80%, integrasi jalur tali <em>earplug</em> dan lampu sebesar 72%, lampu lepas-pasang sebesar 68%, serta penyatuan empat fungsi APD sebesar 60%. Matriks rumah mutu menempatkan kesesuaian bentuk modul terhadap helm MSA V-Gard Standar sebagai prioritas tertinggi dengan skor 141. Dua modul PETG berhasil dicetak dengan metode FDM dan seluruh spesifikasi teknis dinyatakan sesuai melalui uji kesesuaian dan fungsi fisik. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan uji ketahanan mekanis (beban dan termal), uji kenyamanan langsung kepada pekerja, serta eksplorasi desain pada jenis helm lain agar rancangan siap dikembangkan ke tahap produksi terbatas</p>2026-10-16T12:31:34+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/21991DESAIN FASILITAS KERJA PENENUN BERBASIS ERGONOMI UNTUK MENGURANGI RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS DI KOMUNITAS TENUN IKAT LEPO LORUN2026-10-16T12:32:25+07:00Florida Marta Silianufloridasilianu24@gmail.comJulianus Hutabaratfloridasilianu24@gmail.comIftitah Ruwanafloridasilianu24@gmail.com<p>Aktivitas menenun tradisional menggunakan alat tenun gedogan di komunitas Tenun Ikat Lepo Lorun, Desa Nita, Kabupaten Sikka, dilakukan secara manual selama 6–8 jam per hari dalam posisi duduk berselonjor di lantai tanpa alas duduk, sandaran punggung, maupun penopang kaki. Kondisi kerja yang belum ergonomis tersebut berpotensi memicu keluhan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs) pada penenun. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko postur kerja, mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal, dan merancang fasilitas kerja berbasis antropometri bagi penenun. Penelitian dilakukan terhadap 16 penenun aktif menggunakan teknik total sampling, dengan instrumen kuesioner <em>Nordic Body Map</em> (NBM), penilaian <em>Rapid Upper Limb Assessment</em> (RULA), dan pengukuran antropometri. Hasil NBM menunjukkan keluhan tertinggi pada pinggang, dengan 43,8% responden menyatakan sakit dan 12,5% sangat sakit, diikuti pinggul dan punggung. Analisis RULA pada dua postur kerja utama, yaitu merapatkan dan membuka benang lungsin, sama-sama menghasilkan <em>Grand Score</em> sebesar 7 (Klasifikasi IV, risiko tinggi). Berdasarkan data antropometri, dirancang usulan fasilitas kerja berupa kursi berbantalan dengan sandaran punggung, sabuk pinggang berbantalan, pijakan kaki, platform kerja, dan laci penyimpanan. Simulasi postur kerja usulan menggunakan perangkat lunak CATIA menunjukkan penurunan <em>Final Score</em> RULA dari 7 menjadi 4 (Klasifikasi II, risiko rendah), yang membuktikan bahwa rancangan tersebut memperbaiki postur kerja dan mengurangi risiko MSDs tanpa mengubah keaslian alat tenun gedogan</p>2026-10-16T12:32:20+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/21908PENGENDALIAN PERSEDIAAN BERAS PADA KOPERASI PRODUSEN AMARTA PADI BLITAR DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DAN MIN-MAX STOCK2026-10-16T12:33:05+07:00Defa Ari Maulanadefaari905@gmail.comSanny Andjar Saridefaari905@gmail.comSony Haryantodefaari905@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan merumuskan kebijakan pengendalian persediaan beras yang lebih terukur pada Koperasi Produsen Amarta Padi Blitar. Analisis dilakukan dengan metode <em>Economic Order Quantity</em> (EOQ) dan <em>Min-max Stock</em> menggunakan data persediaan serta penjualan periode Januari–Desember 2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa metode EOQ memberikan ukuran pemesanan 26.568 kg setiap pemesanan dengan frekuensi 5 kali per tahun, <em>Safety Stock</em> 3.026 kg, <em>Reorder Point</em> 14.970 kg, dan <em>Total Inventory Cost</em> (TIC) Rp38.842.617 per tahun. Metode <em>Min-max Stock</em> menghasilkan jumlah pemesanan 11.944 kg dengan frekuensi 12 kali per tahun. Jika dibandingkan dengan biaya persediaan aktual koperasi sebesar Rp51.928.781 per tahun, hasil penelitian menunjukkan bahwa EOQ memberikan biaya persediaan yang lebih rendah. Berdasarkan hasil tersebut, EOQ dinilai lebih sesuai sebagai alternatif kebijakan pengendalian persediaan beras pada koperasi</p>2026-10-16T12:33:03+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/22336RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA AKTIVITAS PEMINDAHAN KARUNG BERAS MENGGUNAKAN METODE NORDIC BODY MAP, RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT, DAN SOFTWARE TUMEKE DI UD. SSA2026-10-16T12:33:58+07:00Amanda Rizqiaamandarizqia04@gmail.comRenny Septiariamandarizqia04@gmail.comSanny Andjar Sariamandarizqia04@gmail.com<p>UD. SSA merupakan usaha dagang yang bergerak di bidang pengolahan padi menjadi beras. Pada proses pemindahan karung beras, pekerja masih melakukan aktivitas <em>manual handling</em> secara berulang dengan beban angkat rata-rata 28 kg selama 8 jam kerja. Kondisi tersebut menyebabkan pekerja sering mengeluhkan nyeri pada beberapa bagian tubuh akibat postur kerja yang kurang ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keluhan <em>musculoskeletal</em> menggunakan metode <em>Nordic Body Map</em> (NBM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner NBM serta dokumentasi postur kerja menggunakan foto dan video. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode NBM, REBA, dan <em>software Tumeke</em>. Keluhan paling banyak dirasakan pada bahu kanan, pinggang, punggung, lutut, dan betis. Hasil analisis REBA memperoleh skor akhir sebesar 11 yang termasuk kategori <em>very high risk</em>, sedangkan hasil analisis menggunakan <em>software Tumeke</em> memperoleh <em>MSD Risk Score</em> sebesar 9 yang termasuk kategori <em>high risk</em>. Hasil ketiga metode tersebut menunjukkan bahwa aktivitas <em>manual handling</em> pada proses pemindahan karung beras memiliki tingkat risiko ergonomi yang tinggi. Perbaikan yang disarankan meliputi penggunaan alat bantu <em>material handling</em>, penerapan teknik pengangkatan yang ergonomis, serta peningkatan edukasi dan pengawasan ergonomi untuk mengurangi risiko <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs)</p>2026-10-16T12:33:56+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/22332PENGARUH E-COMMERCE ABC DAN BRAND IDENTITY TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK XYZ KHUSUSNYA OLEH GENERASI Z DI KOTA MALANG2026-10-16T12:34:40+07:00Josef Junior Mariano Blitanagyjoyblitanagy@gmail.comSri Indrianijoyblitanagy@gmail.comKiswandono Blitanagyjoyblitanagy@gmail.com<p>Perkembangan e-commerce telah mengubah pola perilaku konsumen dalam mencari informasi dan melakukan pembelian produk. Namun, kemudahan yang ditawarkan oleh platform e-commerce belum tentu menjadi faktor utama dalam menentukan keputusan pembelian. Di tengah persaingan industri fashion lokal, <em>Brand Identity</em> menjadi aspek penting dalam membedakan produk dan membangun kepercayaan konsumen, khususnya pada Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh E-Commerce ABC dan <em>Brand Identity</em> terhadap keputusan pembelian produk XYZ pada Generasi Z di Kota Malang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan verifikatif. Data diperoleh melalui kuesioner dengan skala Likert empat poin kepada 160 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria Generasi Z yang berdomisili di Kota Malang dan pernah membeli atau menggunakan produk XYZ. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Commerce ABC secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan <em>Brand Identity</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, E-Commerce ABC dan <em>Brand Identity</em> berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,735 menunjukkan bahwa kedua variabel independen dalam model mampu menjelaskan 73,5% variasi keputusan pembelian, sedangkan 26,5% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa <em>Brand Identity</em> memiliki peran penting dalam keputusan pembelian produk XYZ pada Generasi Z di Kota Malang, sementara kontribusi E-Commerce ABC terlihat ketika dianalisis secara bersama-sama dengan <em>Brand Identity</em></p>2026-10-16T12:34:36+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/22259PENGENDALIAN KUALITAS KERAJINAN TANGAN ANYAMAN MENDONG MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA KOMUNITAS PELANUSA2026-10-16T12:35:29+07:00Mariella Dianaellana51458@gmail.comEmmalia Adriantantri ellana51458@gmail.comJ.R. Heksa Galuhellana51458@gmail.com<p>Komunitas Pelanusa merupakan komunitas pengrajin di Kota Malang yang memproduksi berbagai kerajinan tangan berbahan anyaman mendong. Dalam proses penyimpanan produk jadi (berupa <em>tote bag</em>, <em>pouch</em>, <em>laptop sleeve</em>, dan sandal) masih ditemukan cacat jamur dengan tingkat kecacatan sebesar 20%–25% selama periode Juli 2025–Maret 2026, yang melebihi batas toleransi kecacatan sehingga berpotensi menurunkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan usulan pengendalian kualitas untuk mengurangi tingkat kecacatan akibat jamur pada produk jadi kerajinan anyaman mendong di Komunitas Pelanusa menggunakan metode Six Sigma. Metode penelitian menggunakan Six Sigma melalui tahapan DMAIC (<em>Define, Measure, Analyze, Improve, Control</em>). Pada tahap <em>Define</em> dilakukan identifikasi proses melalui diagram SIPOC serta penentuan <em>Critical to Quality</em> (CTQ). Selanjutnya, tahap Measure dilakukan dengan mengukur tingkat kualitas proses berdasarkan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) dan level sigma. Pada tahap <em>Analyze</em>, dilakukan identifikasi dan analisis terhadap faktor-faktor penyebab masalah menggunakan diagram <em>Fishbone</em>. Tahap <em>Improve</em> menggunakan <em>Failure Mode and Effects Analysis</em> (FMEA), sedangkan tahap <em>Control</em> menghasilkan usulan <em>con</em><em>atrol plan</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level sigma berada pada kisaran 2,17–2,34. Prioritas risiko tertinggi diperoleh pada belum tersedianya SOP penyimpanan produk (RPN 448), belum dilakukan pengukuran kelembapan ruang penyimpanan (RPN 336), serta belum dilakukan pemeriksaan ulang produk selama penyimpanan (RPN 294). Berdasarkan hasil tersebut, diusulkan penyusunan SOP penyimpanan, pemeriksaan produk secara berkala, serta pengendalian kondisi kelembapan ruang penyimpanan sebagai upaya pengendalian kualitas untuk mengurangi risiko terjadinya cacat jamur pada produk jadi</p>2026-10-16T12:35:21+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/21922PENGEMBANGAN E-PROCUREMENT UNTUK PENGADAAN BARANG DAN JASA KONSTRUKSI CV. ANAKAN GROUP2026-10-16T12:36:14+07:00Fardi Ramadhanafardiramadan@gmail.comSujianto Sujiantofardiramadan@gmail.comReiny Ditta Myrtantifardiramadan@gmail.com<div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Perkembangan teknologi informasi mendorong perusahaan melakukan digitalisasi proses bisnis, termasuk pengadaan barang dan jasa konstruksi. Pada CV. ANAKAN Group, proses penginputan data pengadaan masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel sehingga menimbulkan kendala berupa kesalahan pencatatan, kesulitan pencarian informasi, keterlambatan administrasi, dan kurang optimalnya monitoring proyek. Oleh karen itu, dilakukan pengembangan sistem e-procurement berbasis web yang mampu mengintegrasikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa konstruksi dalam satu sistem yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem e-procurement berbasis web yang dapat mendukung proses pengadaan barang dan jasa konstruksi pada CV. ANAKAN Group. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem <em>e-procurement</em> berbasis web untuk mendukung pengelolaan pengadaan barang dan jasa konstruksi. Metode yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&D) dengan pendekatan <em>Software Development Life Cycle</em> (SDLC) model <em>Waterfall</em> melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan pengujian menggunakan <em>Black Box Testing</em> dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan sistem berhasil dikembangkan dengan fitur pengelolaan proyek, SKK, SKK K3, dan monitoring progres. Seluruh fungsi berjalan baik dan pengguna memberikan penilaian pada angka 70% sampai 95% Setuju dan Sangat Setuju bahwa sistem membantu pengelolaan data menjadi lebih cepat, akurat, dan terstruktur serta mendukung digitalisasi proses bisnis perusahaan</p> </div> </div> </div>2026-10-16T12:36:07+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/22210PENERAPAN METODE PERAMALAN DAN LOT SIZING DALAM PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DI PT. ABC2026-10-16T12:36:53+07:00Bilqis Aina Salsabilabilqissalsabila292@gmail.comRenny Septiari bilqissalsabila292@gmail.comSumanto Sumanto bilqissalsabila292@gmail.com<p>PT. ABC merupakan perusahaan manufaktur furnitur plastik yang memproduksi Lemari <em>Mini Cabinet</em> 3 Susun 6 Pintu dengan permintaan yang berfluktuasi sehingga berpengaruh terhadap kebutuhan bahan baku. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kelebihan dan kekurangan persediaan yang berdampak pada biaya persediaan. Penelitian ini bertujuan menentukan metode peramalan paling akurat berdasarkan tingkat kesalahan terkecil serta menyusun usulan perencanaan persediaan bahan baku menggunakan pendekatan <em>lot sizing</em> dalam sistem <em>Material Requirement Planning </em>untuk meminimalkan total biaya persediaan. Data yang digunakan berupa permintaan produk periode April 2025 hingga Maret 2026. Metode peramalan yang dibandingkan meliputi <em>Single Exponential Smoothing</em> dan <em>Weighted Moving Average</em>, sedangkan metode <em>Lot Sizing</em> yang dibandingkan meliputi <em>Lot for Lot</em>, <em>Economic Order Quantity</em>, dan <em>Period Order Quantity</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Single Exponential Smoothing</em> memiliki nilai <em>error</em> terendah dengan <em>Mean Absolute Deviation</em> sebesar 58,08, <em>Mean Squared Error</em> sebesar 5.319, dan <em>Mean Absolute Percentage Error</em> sebesar 2,66%. Metode <em>Lot for Lot</em> merupakan metode lot sizing yang paling efisien digunakan dengan total biaya persediaan sebesar Rp393.020.900, karena ukuran pemesanan disesuaikan secara tepat dengan kebutuhan bersih di setiap periode sehingga tidak menimbulkan biaya simpan dan mencegah penumpukan persediaan di gudang</p>2026-10-16T12:36:50+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/22212PENENTUAN INTERVAL PEMELIHARAAN MESIN POMPA PERTALITE MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE BERBASIS RISIKO DI FUEL TERMINAL MANOKWARI2026-10-16T14:36:53+07:00Defaria Heipondefariaheipon5@gmail.comEllysa Nursantidefariaheipon5@gmail.comReiny Ditta Myrtantidefariaheipon5@gmail.com<p><em>Fuel </em>Terminal Manokwari memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya di wilayah Papua Barat. Namun, kegiatan pemeliharaan mesin pompa pertalite selama ini masih dilakukan secara <em>corrective maintenance</em>, yaitu perbaikan dilakukan setelah terjadi kerusakan. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya <em>downtime </em>yang dapat mengganggu proses distribusi BBM dan menurunkan keandalan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interval pemeliharaan mesin pompa pertalite dalam upaya menurunkan risiko <em>downtime </em>di <em>Fuel </em>Terminal Manokwari. Pendekatan yang digunakan adalah <em>Reliability Centered Maintenance </em>(RCM) berbasis risiko yang didukung oleh metode <em>Failure Mode and Effects Analysis </em>(FMEA), <em>Faulth Tree Analysis </em>(FTA), distribusi weibull, serta perhitungan <em>Mean Time Between Failure </em>(MTBF), <em>Mean Time To Repair </em>(MTTR) dan <em>Availability</em>. FMEA digunakan untuk mengidentifikasi dan menetapkan komponen kritis berdasarkan nilai <em>Risk Priority Number </em>(RPN), sedangkan FTA digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab kerusakan pada komponen tersebut. Selanjutnya, distribusi weibull digunakan untuk menganalisis pola kerusakan dan menentukan interval pemeliharaan berdasarkan fungsi keandalan. Selain itu, MTBF dan MTTR digunakan untuk mengetahui rata-rata waktu operasi dan waktu perbaikan komponen yang selanjutnya digunakan untuk menghitung tingkat ketersediaan (<em>availability) </em>mesin<em>. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>mechanical seal </em>merupakan komponen kritis dengan nilai RPN tertinggi sebesar 300. Hasil FTA menunjukan bahwa kerusakan <em>mechanical seal </em>di pengaruhi oleh faktor manusia, mesin, operasi, dan pemeliharaan yang menyebabkan kerusakan permukaan dan kebocoran pada mesin pompa. Hasil <em>task selection </em>RCM merekomendasikan tindakan <em>condition directed </em>(CD) berupa inspeksi dan monitoring kondisi. Analisis ditribusi weibull menghasilkan parameter bentuk (β) sebesar 2 yang menunjukkan pola <em>wear out failure </em>serta parameter skala (η) sebesar 40,75 jam, dengn nilai availability 45%. Berdasarkan standar keandalan minimum sebesar 85% interval inspeksi diperoleh 14 jam operasi atau setara dengan 2 hari kerja, dengan nilai <em>reliability </em>sebesar 88,87%. Penerapan interval pemeliharaan tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan risiko terjadinya <em>downtime </em>serta meningkatkan keandalan mesin pompa pertalite di <em>Fuel </em>Terminal Manokwari</p>2026-10-16T14:36:40+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/22718PENGARUH EDUKASI INVESTASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL TERHADAP MINAT BERINVESTASI PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI PADA PT XYZ2026-10-16T14:38:20+07:00Stevanus Revinaldistevanusrevin@gmail.comEmmalia Adriantantristevanusrevin@gmail.comFirda Meisarohstevanusrevin@gmail.com<p>Perkembangan industri perdagangan berjangka komoditi di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membangun kepercayaan masyarakat. Maraknya kasus investasi ilegal dan penipuan menimbulkan persepsi negatif terhadap perusahaan pialang dan menyebabkan calon investor cenderung mempertimbangkan informasi dan risiko secara lebih mendalam sebelum menentukan pilihan investasi. Kondisi tersebut mendorong PT XYZ untuk meningkatkan pemahaman dan ketertarikan calon investor melalui edukasi investasi serta pemanfaatan komunikasi digital. Penelitian ini bertujuann untuk menguji pengaruh edukasi investasi dan komunikasi digital dalam membentuk minat berinvestasi perdagangan berjangka komoditi pada PT XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada calon nasabah. PT XYZ yang pernah mengikuti kegiatan edukasi investasi atau memperoleh informasi melalui komunikasi digital perusahaan. Analisis data dilakukan melalui Data dianalisis melalui beberapa tahapan, meliputi pengujian instrumen, analisis deskriptif, pengujian asumsi klasik, regresi linear berganda, serta pengujian hipotesis dan koefisien determinasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi investasi dan komunikasi digital memiliki pengaruh yang positif serta signifikan terhadap minat berinvestasi. baik secara parsial maupun simultan. Edukasi investasi membantu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pemahaman calon investor, sedangkan komunikasi digital mempermudah penyampaian serta akses terhadap informasi investasi. Dengan demikian, edukasi investasi yang didukung komunikasi digital yang efektif dapat menjadi upaya penting dalam meningkatkan minat calon investor untuk berinvestasi pada perdagangan berjangka komoditi</p>2026-10-16T14:38:12+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtechhttps://mail.ejournal.itn.ac.id/valtech/article/view/22460PENERAPAN LEAN AND GREEN MANUFACTURING SYSTEM UNTUK MENGURANGI WASTE PADA PROSES PRODUKSI BONEKA MELALUI PENDEKATAN PERBAIKAN BERKELANJUTAN DI UD VENY TOYS2026-10-16T14:39:58+07:00Ahmad Agil Muqaffaagilmuqaffa10@gmail.comEllysa Nursantiagilmuqaffa10@gmail.comKiswandono Kiswandonoagilmuqaffa10@gmail.com<p>UD Veny Toys merupakan usaha manufaktur boneka berbahan kain yang masih menghadapi permasalahan pemborosan (<em>waste</em>) berupa waktu tunggu yang tinggi dan tingkat <em>rework</em> yang mencapai rata-rata 20,61% dari total produksi periode Januari-Juni. Penelitian ini bertujuan menurunkan <em>waste</em> pada proses produksi boneka secara berkesinambungan melalui pendekatan <em>Lean and Green Manufacturing System</em>. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan <em>Value Stream Mapping</em> (VSM) sebagai alat pemetaan aliran proses dan Kaizen sebagai metode perbaikan berkelanjutan. Hasil pemetaan Saat ini, <em>lead time</em> produksi per unit adalah 140,00 menit dengan <em>Value Added Ratio</em> (VAR)<em>.</em> 59,64%, sementara stasiun penjahitan menjadi <em>bottleneck</em> dengan <em>cycle time</em> 35,20 menit yang jauh melampaui <em>takt time</em> 12 menit. Lima usulan perbaikan kaizen dirancang, meliputi perbaikan tata letak kerja, standarisasi pola melalui SOP dan template, penerapan 5S, penyeimbangan beban kerja pada stasiun penjahitan, serta pemanfaatan sisa material kain sebagai wujud <em>green manufacturing</em>. Hasil pemetaan <em>Future State</em> memproyeksikan penurunan <em>lead time</em> menjadi 92,90 menit (turun 33,6%), penurunan <em>waiting time</em> sebesar 52,2%, serta peningkatan VAR menjadi 70,9%. Penelitian ini menunjukkan bahwa menggabungkan <em>green manufacturing</em> dan <em>lean</em> dengan pendekatan perbaikan berkelanjutan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi dan mendukung keberlanjutan lingkungan dalam industri kecil menengah</p>2026-10-16T14:39:45+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Valtech