EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE PKJI 2014 DAN SOFTWARE VISSIM 11

Studi Kasus : Simpang W. R. Supratman Kota Malang

  • Ahmad Saoki Indrian Teknik Sipil S-1
  • Nusa Sebayang Teknik Sipil S-1, Institut Teknologi Nasional Malang
  • Mohammad Erfan Teknik Sipil S-1, Institut Teknologi Nasional Malang

Abstrak

Kota Malang sebagai Kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu kota pendidikan dan kota wisata. Dimana kota ini mengalami perkembangan penduduk sehingga aktivitas penduduknya dalam berlalu lintas semakin banyak setiap tahunnya. Semakin pesatnya aktivitas berlalu lintas dapat menimbulkan kemacetan, tundaan, atau bahkan terjadinya kecelakaan. Permasalahan pergerakan lalu lintas ini sering terjadi pada persimpangan. Salah satunya adalah simpang W. R Supratman. Pada jam-jam puncak terjadi kemacetan yang mengakibatkan terjadinya antrian yang panjang. Pada studi ini dilakukan analisis dan evaluasi kinerja simpang serta diusulkan alternatif perbaikan-perbaikan kinerja simpang. Pengumpulan data dilakukan meliputi data sekunder dan data primer. Pengumpulan data primer dilakukan dengan survey langsung di lokasi studi yang dilaksanakan pada hari senin, kamis dan sabtu, tanggal 24, 27 dan 29 Mei 2021 yaitu survey volume lalu lintas, survey waktu sinyal lampu isyarat lalu lintas eksisting dan survey geometrik simpang. Analisis dilakukan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) Tahun 2014 dan juga menggunakan Software VISSIM 11. Sedangkan evaluasi kinerja simpang didasarkan kepada PM No 96 tahun 2015. Hasil analisis didapatkan kinerja Simpang W. R Supratman kondisi existing jam puncak yaitu pada hari Sabtu 29 Mei 2021 pukul 14:45-15:45 memiliki nilai Derajat kejenuhan (DS) pada Lengan Utara = 0,99, Lengan Utara-Bka = 0.09, Pendekat Timur sebesar 1,06, Pendekat Selatan sebesar 0,63, Selatan-Bka sebesar 0,55 dan Pendekat Barat = 1,51. Dengan besar tundaan rata-rata simpang sebesar 77,33 det/kend (tingkat pelayanan F). Kinerja Simpang pada kondisi eksisting ini belum memenuhi syarat yang ditentukan oleh Peraturan Mentri Perhubungan No.96 Tahun 2015 yaitu tingkat pelayanan sekurang-kurangnya C. Solusi Alternatif  untuk mengatasi permasalahan tersebut dalah dengan penambahan fase menjadi 4 fase dan pelebaran jalan sebesar 1 m  pada masing – masing lengan jalan, sehingga didapat kinerja simpang W. R Supratman yaitu panjang antrian rata-rata 32,48 m, nilai derajat kejenuhan rata-rata sebesar 0,76 ≤ 0,85, dan nilai tundaan rata-rata sebesar 20,32 det/kend. Hasil ini memenuhi persyaratan tingkat pelayanan simpang yaitu tingkat pelayanan C.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2023-06-02
Bagian
Articles