PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PADA PROSES PEMADATAN BERDASARKAN UJI MARSHALL PADA CAMPURAN LAPIS BETON (AC-WC)
Studi Kasus : Proses Pemadatan Berdasarkan Uji Marshall Pada Campuran Lapis Beton (AC-WC)
Abstrak
Jalan merupakan prasarana infrastruktur dasar yang dibutuhkan manusia untuk dapat melakukan pergerakan dari suatu tempat ke tempat lainnya dalam hal pemenuhan kebutuhan. Namun pada umumnya jalan mengalami kerusakan sebelum mencapai umur rencana. Kerusakan jalan dapat terjadi akibat proses pemadatan campuran aspal yang dilakukan dilapangan tidak pada temperatur yang tepat karena terjadinya perubahan suhu, hal ini kerap terjadi pada saat proses pengangkutan campuran dari Asphalt Mixing Plant (AMP) ke lokasi penghamparan dan juga faktor cuaca.
Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu terhadap proses pemadatan aspal beton AC-WC dengan uji Marshall sesuai dengan Spesifikasi Bina Marga 2018. Aspek yang dibutuhkan untuk pengujian dan menganalisis suhu pada pemadatan di lapangan yakni variasi suhu di laboratorium dengan menganalisis hasil parameter Marshall agar dapat diperoleh suhu optimum yang dapat diaplikasikan dalam pekerjaan jalan. Agregat berasal dari desa Danurejo, Kecamatan Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dengan aspal penetrasi 60/70 pertamina sebagai bahan campuran. Setelah dilakukan pemeriksaan bahan dicari komposisi agregat yang memenuhi syarat untuk campuran AC-WC. Sehingga didapat komposisi aspal terbaik. Dengan komposisi kadar aspal terbaik dibuat benda uji variasi suhu 110ºC, 115ºC, 120ºC, 125ºC, 130 ºC.
Hasil menunjukan bahwa pada campuran laston AC-WC pengaruh variasi suhu ditentukan oleh besaran nilai Marshall dengan rentang suhu yang memenuhi spesifikasi pada jenis campuran AC-WC yaitu 110 ºC - 130 ºC dengan suhu optimum berada pada suhu 130 ºC.